Geowisata Sabang: Pesona Gunungapi dan Alam Bawah Laut

Kategori : ESDM ACEH Senin, 12 November 2018

Kota Sabang.  yang berada di Pulau Weh, merupakan salah satu pulau pada gugusan pulau terdepan sebelah barat Indonesia yang masuk dalam Provinsi Aceh. Kota Sabang terdiri dari lima pulau, yaitu Pulau Weh, Pulau Klah, Pulau Rubiah, Pulau Seulako dan Pulau Rondo. Secara administratif, Kota Sabang terbagi menjadi dua Kecamatan, yaitu Sukakarya dan Sukajaya. Luas Kota Sabang adalah 153,00 km² dengan jumlah total populasi 40.040 jiwa. Di pulau ini terletak Titik Kilometer Nol Wilayah Barat NKRI.

Transportasi ke Sabang dapat dicapai melalui Pelabuhan Ulee Lheue (Banda Aceh) menuju Pelabuhan Balohan (Sabang). Tersedia dua jenis kapal yaitu kapal cepat dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dan kapal ferry (kapal lambat) dengan waktu tempuh 2 jam. Selain via laut, juga tersedia transportasi via udara dengan menggunakan pesawat terbang dari Bandar Udara Kuala Namu (Medan) menuju Bandar Udara Maimun Saleh (Sabang) dengan waktu tempuh 1 jam.
Dahulu orang-orang mengenal Sabang karena keelokan terumbu karang dan alam bawah lautnya serta garis pantai yang indah, air laut yang biru dan bersih. Pulau Rubiah merupakan salah satu tempat untuk snorkeling dan diving yang menawarkan pesona keindahan alam bawah laut yang dapat memukau bagi siapa saja yang mengunjunginya. Wisatawan yang melakukan snorkeling dan diving akan menemukan ratusan spesies ikan dan kekayaan terumbu karang alami yang bukan ditanam atau budidaya. Secara geologi, Pulau Rubiah terdiri dari gamping terumbu yang berumur Holosen (±10.000 tahun lalu).
Secara tatanan geotektonik, Pulau Weh berada pada cincin api (ring of fire) yang masih aktif. Pulau Weh sering juga disebut sebagai pulau gunung api dengan ketinggian maksimum sekitar 610 m di atas muka laut. Topografinya meliputi dataran rendah, perbukitan bergelombang dan pegunungan. Pola struktur geologi di Pulau Weh dicerminkan oleh berbagai macam indikasi seperti depresi vulkanik (horst dan graben), triangular facet, gawir sesar, kekar gerus, offset batuan dan topografi, kelurusan sungai, bukit dan topografi, breksiasi, gores-garis dan hadirnya manifestasi panas bumi yang berupa batuan alterasi bertipe argilik (montmorilonit-kaolinit) dan pemunculan mata air panas.

Potensi Geowisata Sabang

Geowisata merupakan pariwisata minat khusus dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam seperti bentuk bentang alam, batuan, struktur geologi dan sejarah kebumian, sehingga diperlukan peningkatan pengayaan wawasan dan pemahaman proses fenomena fisik alam (wikipedia). Sabang menyimpan pesona dan eksotisme dari bentukan proses geologi ini, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan serta dapat dikembangkan untuk penelitian dan ilmu pengetahuan. Situs-situs geologi yang dapat dikembangkan menjadi objek Geowisata di Sabang antara lain adalah sebagai berikut:

1. Gunungapi Pulau Weh
Gunungapi Pulau Weh (Kawah Jaboi) terletak pada koordinat 5° 49' LU dan 95° 17' BT. Pulau Weh termasuk salah satu pulau gunungapi muda yang berada pada jalur orogen Sunda dan merupakan sebuah gunungapi Tipe C, yaitu tipe gunungapi yang pusat erupsinya tidak diketahui dalam sejarah kegiatannya, tetapi memperlihatkan ciri-ciri kegiatan masa lampau yang ditunjukkan oleh lapangan fumarol. Tipe Gunungapi Pulau Weh adalah Stratovolcano, Status Gunungapi adalah Fumarol-Plistosen, Erupsi Terakhir Gunungapi Pulau Weh adalah pada zaman Plistosen (10.000 s/d 2,5 juta tahun yang lalu).

Kawah gunungapi Pulau Weh (Kawah Jaboi) yang masih aktif, dapat menjadi tujuan destinasi wisata geologi karena keunikannya serta sangat mudah dijangkau. Wisatawan yang mengunjungi lokasi kawah gunungapi ini dapat merasakan dan mengetahui secara langsung proses terbentuknya gunungapi.

2. Gua Sarang
Situs Gua Sarang merupakan singkapan batuan beku yang merupakan aliran lava. Situs Gua Sarang ini berada pada koordinat 05° 49' 39.29" LU dan 95° 15' 30.77" BT. Secara megaskopis dapat diketahui bahwa singkapan batuan yang dijumpai disini adalah Andesit (intermediate). Struktur yang berkembang disini berupa kekar kolom. Kekar kolom adalah hasil bentukan pendinginan aliran lava atau intrusi dangkal magma. Kolom-kolom ini terbentuk akibat tekanan saat lava mendingin. Pada saat pendinginan, lava berkontraksi, membentuk rekahan.
Apabila cairan lava atau intrusi ini mendingin dengan sempurna tanpa gangguan, kekar kolom dapat terbentuk dengan sempurna. Namun, apabila ada gangguan, karena topografi atau aliran terlalu cepat, pembentukan kekar kolom menjadi terganggu. Analoginya bisa dimisalkan pada pembuatan jaring laba-laba. Apabila laba-laba membentuk jaringnya pada malam yang tidak berangin, jaring-jaring yang terbentuk akan sempurna dan bagus. Namun apabila ia membentuk jaringnya pada malam yang berangin, hujan, atau banyak gangguan, jaring-jaringnya akan sedikit kurang beraturan.


Batuan-batuan ini telah mengalami pengkekaran (rekahan) yang membuat batuan tersebut terpotong-potong serta ditambah dengan proses pelapukan, menyababkan terjadinya runtuhan batu pada beberapa tempat yang membentuk seperti gua. Lokasi ini merupakan salah satu tujuan wisata yang sangat menarik untuk dikembangkan. Pemandangan pantai dan air laut disekitar situs ini juga sangat indah.

3. Danau Aneuk Laot
Danau Aneuk Laot adalah sebuah danau yang terletak di tengah-tengah Kota Sabang, berada pada koordinat 5° 52' 18.17" LU dan 95° 19' 29.02" BT. Danau ini merupakan sumber mata air bagi penduduk Pulau Weh. Secara geologi, Danau Aneuk Laot merupakan danau tektono-vulkanik yang sangat erat keterbentukannya dengan sesar (Sesar Sumatera). Danau ini berada diatas Sesar Sabang. Sesar Sabang merupakan sesar normal utama yang diperkirakan terbentuk pada periode awal kegiatan tektonik regional pada zaman Tersier bawah dan merupakan sesar normal geser pada zona kelurusan lanjutan sesar Lam Teuba - Krueng Raya. Sesar ini ditunjukkan oleh adanya cermin sesar, topografi serta danau Aneuk Laot yang terbentuk pada bidang sesar dan merupakan danau collapse, singkapan yang banyak membentuk kekar serta breksiasi sangat mencirikan sebuah struktur sesar.
Saat ini, Danau Aneuk Laot merupakan salah satu obyek wisata geologi yang menarik dikunjungi. Danau tersebut menawarkan panorama alam yang indah, dengan nuansa bukit hijau yang mengelilingi danau, sehingga sangat tepat sebagai tempat rekreasi.

4. Mata Air Panas
Mata air panas yang muncul di Pulau Weh merupakan manifestasi panas bumi yang dapat dijumpai di beberapa lokasi, antara lain Gampong Keuneukai dan Ujong Murung (Teluk Pria Laot). Mata air panas di Gampong Keuneukai berada pada koordinat 05° 46' 32,5" LU dan 95° 18' 53,4" BT. Hasil pengukuran temperatur pada lokasi ini adalah 68 - 70°C. Sumber air panas ini terkontaminasi dengan air laut, karena muncul pada batas pasang - surut air laut. Suhu yang panas di lokasi ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi daerah wisata. Mata air panas di Ujong Murung (Teluk Pria Laot) sebagian besar muncul di bawah laut. Lokasi ini juga dikenal dengan nama Underwater Volcano. Jika tidak menyelam, kita dapat melihat gelembung-gelembung gas yang muncul dipermukaan air di perairan Pria Laot. Kondisi ini merupakan salah satu situs geologi unik dan mempesona yang ada di Pulau Weh.


Penutup

Perlu tambahan informasi, khususnya informasi geologi pada tempat-tempat wisata alam ini, agar masyarakat umum dapat mengerti dan memahami proses geologi yang terjadi. Selain menikmati alam yang indah, masyarakat juga dapat mempelajari proses-proses yang terjadi. Inilah Geowisata.

Tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh, menjadi Narasumber pada kegiatan Geowisata yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi Universitas Syiah Kuala di Sabang pada akhir Oktober 2018 lalu.

Penulis: Teuku Mukhlis
Editor: Khairil Basyar dan Angger

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32