Tanggapan tentang peringatan dini tanah bergerak di Aceh

Kategori : ESDM ACEH Senin, 03 Juni 2019

Dalam beberapa hari terakhir media online maupun media cetak memberitakan tentang peringatan dini tanah bergerak di Aceh yang di keluarkan oleh Badan Geologi. Dapat kami sampaikan bahwa laporan tersebut merupakan laporan rutin yang dikeluarkan setiap bulan sepanjang tahun untuk memberitahukan wilayah-wilayah yang berpotensi terjadinya gerakan tanah. Peta dan laporan yang dikeluarkan setiap bulan tersebut akan berbeda karena dioverlay/ ditumpangsusun dengan peta prakiraan curah hujan dari BMKG, yang juga dirilis setiap bulan oleh BMKG. Dari laporan rutin Badan Geologi untuk bulan Juni 2019, menjelaskan wilayah-wilayah di Aceh yang berpotensi terjadinya gerakan tanah, meliputi potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi.

Gerakan tanah merupakan suatu gerakan menuruni lereng oleh massa tanah dan atau batuan penyusun lereng, akibat dari terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut. Istilah gerakan tanah ini secara awam dipahami sebagai tanah longsor. Beberapa jenis gerakan tanah antara lain runtuhan batuan/tanah, robohan batuan/tanah, longsoran batuan/tanah, dan aliran batuan/tanah. Gerakan tanah adalah salah satu proses geologi yang terjadi akibat interaksi pengaruh antara beberapa kondisi yang meliputi kondisi morfologi, geologi, struktur geologi, hidrogeologi dan tata guna lahan. Kondisi-kondisi tersebut saling berpengaruh sehingga mewujudkan suatu kondisi lereng yang cenderung atau berpotensi untuk bergerak. Gangguan yang merupakan pemicu gerakan tanah merupakan proses alamiah atau non alamiah ataupun kombinasi keduanya, yang secara aktif mempercepat proses hilangnya kestabilan pada suatu lereng. Pemicu gerakan tanah antara lain hujan, getaran dan aktivitas manusia (seperti penggalian atau pemotongan pada lereng).

Wilayah Aceh Rentan Potensi Gerakan Tanah
Kondisi geologi Aceh yang terletak pada pertemuan dua lempeng tektonik yaitu lempeng Eurasia dan Indo-Australia yang saling bertumbukan menyebabkan proses pengangkatan, perlipatan, patahan, gempabumi, letusan gunungapi dan gerakan tanah/ tanah longsor telah berlangsung sejak lama dan sebagian masih berlangsung hingga kini, mengakibatkan sebagian besar Aceh membentuk daerah pegunungan dan perbukitan dengan bentang alam berlereng terjal sampai curam. Proses geologi, faktor curah hujan yang tinggi dan faktor ulah kegiatan manusia menyebabkan berkembangnya peristiwa gerakan tanah/ tanah longsor di Aceh yang dibagi menjadi 3 zona kerentanan gerakan tanah dengan kecepatan kurang dari 6 centimeter pertahun sampai dengan 3 meter per detik, yaitu:
1. Zona kerentanan gerakan tanah tinggi sebanyak 15%
2. Zona kerentanan gerakan tanah menengah sebanyak 60%
3. Zona kerentanan gerakan tanah rendah sebanyak 25%

Upaya pencegahan bencana gerakan tanah
Upaya-upaya yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah kejadian gerakan tanah yang dapat menimbulkan bencana diantaranya dapat dilakukan tindakan-tindakan dibawah ini:
1. Menghindari lokasi yang memiliki kerentanan gerakan tanah menengah sampai tinggi;
2. Menghindari kegiatan/aktifitas manusia yang dapat memicu gerakan tanah terutama pada lokasi potensi gerakan tanah menengah sampai tinggi;
3. Membangun konstruksi pencegah gerakan tanah pada lokasi yang diperhitungkan dapat terkena gerakan tanah;
4. Pencegahan meluasnya bencana gerakan tanah pada lokasi yang terkena gerakan tanah, misalnya dengan menutup rekahan-rekahan tanah supaya tidak masuk air;
5. Penyesuaian tata lahan pada wilayah kerentanan menengah sampai tinggi untuk terkena gerakan tanah, misalnya tidak membuat kolam atau sawah di atas lereng.

Usaha mitigasi bencana gerakan tanah:
1. Mengenali daerah-daerah berkerentanan menengah sampai tinggi untuk terkena bencana gerakan tanah;
2. Siaga dan waspada menghadapi kemungkinan terjadinya bencana gerakan tanah;
3. Penyebaran informasi dan penjelasan kerentanan gerakan tanah;
4. Mengembangkan masyarakat sadar bencana alam geologi untuk kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi bencana;
5. Melakukan pemantauan gerakan tanah pada daerah rawan gerakan tanah.

Peringatan pada musim penghujan, daerah-daerah dengan kerentanan gerakan tanah tinggi perlu diwaspadai terjadinya:
1. gerakan tanah/tanah longsor di jalan yang dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas
2. gerakan tanah pada daerah pemukiman ditepi/dikaki tebing
3. banjir bandang pada daerah sepanjang tepi sungai.

Ruas jalan yang rawan terjadinya gerakan tanah di Aceh (gambar terlampir) :
1. Sepanjang jalan Keumala – Geumpang – Tutut
2. Sepanjang jalan Bireuen – Takengon – Blangkejeren – Kutacane
3. Sepanjang jalan Peureulak – Lokop – Blangkejeren
4. Sepanjang jalan Jeuram – Beutong Ateuh – Takengon
5. Sepanjang jalan Babahrot – Blangkejeren

Dihimbau kepada pemudik untuk selalu waspada pada saat melintas sepanjang jalan yang rawan gerakan tanah terutama pada lokasi jalan dengan tebing yang curam. Pemudik juga harus berhati-hati pada saat hujan karena gerakan tanah/ tanah longsor umumnya dipicu oleh curah hujan yang tinggi.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32