Pendampingan Studi Komparasi Pansus RUEA DPRA ke Provinsi Sulsel

Kategori : Pemerintah Aceh Senin, 24 Juni 2019

Menindaklanjuti hasil konsultasi dengan Dewan Energi Nasional (DEN) pada tanggal 20 Mei 2019, Pansus Rencana Umum Energi Aceh (RUEA) DPRA melakukan studi komparasi ke Provinsi Sulawesi Selatan. Agenda selama studi komparasi yaitu melakukan pertemuan dengan DPRD Sulawesi Selatan pada Hari Jumat (14 Juni) dilanjutkan dengan peninjauan ke lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Jeneponto pada Hari Sabtu (15 Juni). Dinas ESDM Aceh mendampingi Tim Pansus dengan menugaskan Eryansyah Putra, ST, dan Denni Ridwan, ST, M.Sc dalam kegiatan studi komparasi tersebut.

Dalam pertemuan dengan DPRD Sulawesi Selatan, Pansus RUEA memperoleh informasi bahwa saat ini Provinsi Sulawesi Selatan telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan listrik di sektor rumah tangga dan industri yang saat ini beroperasi, serta memiliki deposit energi listrik sebesar + 500 MW. Kondisi ini memberi jaminan ketersediaan listrik yang andal kepada calon investor yang ingin berinvestasi. Dua PLTB yang saat ini telah selesai dibangun yaitu PLTB Sidrap (kapasitas 75 MW) dan PLTB Jeneponto (kapasitas 72 MW) merupakan otoritas pusat yang dikembangkan oleh Independent Power Producer (IPP), namun demikian DPRD Sulsel berperan aktif dalam membantu percepatan pembangunan kedua pembangkit tersebut, antara lain memfasilitasi Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dengan PLN dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) Sulawesi Selatan telah mencapai 30% sejak tahun 2015.


Pertemuan Pansus RUEA DPRA beserta Tim DESDM Aceh dengan DPRD Sulawesi Selatan

Kunjungan ke PLTB Jeneponto dilakukan keesokan harinya dimana Pansus RUEA didampingi oleh perwakilan dari Dinas ESDM Aceh, PLN Wilayah Aceh dan PLN Wilayah Sulawesi Selatan. PLTB Jeneponto berjarak + 98 km dari kota Makassar dan dapat ditempuh selama + 3 jam perjalanan. Pembangunan PLTB Jeneponto yang dilakukan oleh Vena Energy selaku IPP sudah selesai sejak November 2018 dan dijadwalkan beroperasi pada September 2019. Saat dilakukan pengamatan langsung di lokasi, PLTB Jeneponto terdiri dari 20 (dua puluh) unit tower dimana kincir angin sudah dijalankan (berputar) meskipun belum dihubungkan dengan jaringan PLN. Setiap unit tower pembangkit dibangun dengan ketinggian 133 m dan panjang blade 63 m. Turbin angin digunakan merek Siemens tipe SWT-3.6-130 @135 m dan dihubungkan ke generator yang dapat menghasilkan kapasitas maksimum 3,6 MW.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32