Pendampingan Studi Komparasi Pansus Rencana Umum Energi Aceh DPRA Aceh ke Provinsi Jawa Barat

Kategori : Pemerintah Aceh Senin, 24 Juni 2019

Pada tanggal 13 – 16 Juni 2019 Tim ESDM Aceh yang terdiri dari Dedi M. Roza dan Endra melakukan pendampingan Tim Pansus Rencana Umum Energi Aceh (RUEA) DPRA Aceh melakukan studi komparasi ke Provinsi Jawa Barat. Agenda Tim pansus DPRA adalah melakukan audiensi dengan DPRD Provinsi Jawa Barat dan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan terhadap pembangkit listrik yang menggunaan energi terbarukan di Jawa Barat yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang di daerah Garut.

Audiensi dengan DPRD Provinsi Jawa Barat dilakukan pada tanggal 14 Juni yang dihadiri oleh pimpinan DPRD dan juga Dinas ESDM Jawa Barat. Dari pertemuan dengan DPRD Jawa Barat ini diketahui bahwa saat ini Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Jawa Barat telah disahkan oleh DPRD Jawa Barat. Pengelolaan energi di Jawa Barat telah dilaksanakan sesuai dengan RUED yang telah disusun. Pada tahun 2015 sejak RUED Jawa Barat disusun bauran energi Jawa Barat telah mencapai 10% dan akan terus bertambah dengan target yang mencapai 20% di tahun 2025. Jawa Barat merupakan salah satu lumbung energi di Pulau Jawa. Saat ini kapasitas pembangkit di Jawa Barat sebesar 8332 MW yang digunakan untuk kebutuhan Jawa Barat dan terinterkoneksi dengan system Jawa-Bali. Aceh memiliki kondisi potensi energi yang mirip dengan Jawa Barat dimana Jawa Barat memiliki potensi energi terbarukan berupa panas bumi dan energi air yang melimpat. Potensi panas bumi dan energi air telah dimanfaatkan dengan optimal oleh Provinsi Jawa Barat. Pemerintah Aceh dapat belajar dari Jawa Barat bagaimana mengelola energi secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.

Tim Pansus RUEA bersama Pimpinan DPRD Jawa Barat

 

Pada tanggal 15 Juni Tim Pansus RUEA melakukan kunjungan lapangan ke PLTP Kamojang Unit 1 – 3 di daerah Garut. PLTP ini milik Indonesia Power yang merupakan anak perusahaan PT. PLN (Persero). PLTP Kamojang unit 1 - 3 memiliki kapasitas terpasang 140 MW. PLTP Kamojang merupakan PLTP pertama di Indonesia yang beroperasi pada tahun 1982 dengan kapasitas pertama sebesar 30 MW. Pemboran pada saat itu dilakukan dengan bantuan pemerintah New Zealand. Pada kunjungan lapangan ini tim Pansus Aceh mendapatkan gambaran tentang energi listrik yang dihasilkan dari potensi energi panas bumi dimana energi ini bersih dan berkelanjutan. Ini terlihat dari tahun 1982 hingga kini PLTP ini masih berproduksi. Tampak hutan disekitar PLTP ini dijaga tetap asri dan rimbun.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32