Dinas ESDM Aceh lakukan pendakian Gunungapi Burni Telong

Kategori : Pemerintah Aceh Sabtu, 17 Agustus 2019

Gunungapi Burni Telong adalah gunungapi aktif strato tipe A dengan puncak tertinggi 2.624 m diatas permukaan laut, dan merupakan gunungapi termuda yang terletak di dalam komplek gunungapi tua di sekitarnya yang terdiri atas Gunung Geureudong di sebelah utara, Gunung Salah Nama di sebelah selatan dan Gunung Pepanji di sebelah timur.

Gunungapi Burni Telong terletak di dalam wilayah Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Secara geografis gunungapi ini terletak pada koordinat 96° 44' 42"-96° 55" 03"Bujur Timur dan 04° 38' 47"- 04° 48" 32" Lintang Utara. Adapun Pos Pengamatan Gunungapi Burni Telong yang terletak di Desa Kute Lintang, Kecamatan Bukit dapat ditempuh dengan kendaraan umum jurusan Takengon - Pondok Baru via Simpang Tritit dengan jarak ±14 km.

Letusan masa lalu dari Gunungapi Bur Ni Telong terdiri dari aliran piroklastik (awan panas), jatuhan piroklastik dan juga lava. Sebagian besar lava tersingkap di daerah puncak dan di lereng. Puncak Bur Ni Telong mempunyai morfologi berelief kasar terdiri dari sisa - sisa kerucut dan kubah lava yang sebagian terhancurkan oleh erupsi pada waktu lampau. Daerah puncak dan lereng atas ini mempunyai sudut lereng yang terjal.

Sebagaimana diketahui bahwa Gunugapi Burni Telong adalah gunungapi aktif yang sewaktu-waktu masih dapat meletus kembali sehingga berpotensi menimbulkan bencana bagi daerah sekeliling gunungapi tersebut. Penanggulangan bencana yang ditimbulkan oleh aktifitas gunungapi dilakukan dengan meminimalisir jumlah korban yang sedikit mungkin. Oleh karenanya perlu dilakukan pemantauan ataupun survey terhadap kawah gunungapi Burni Telong yang berkesinambungan untuk mengenal dan mendeteksi aktifitas kawah gunungapi Burni Telong agar lebih dalam memahami sifat, tingkah laku dan perkembangan gunungapi dalam rangka penanggulangan bahaya gunungapi. Pemantauan aktifitas gunungapi termasuk Burni Telong merupakan salah satu kegiatan rutin yang selalu dilakukan oleh tim dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh.

Berdasarkan data yang ada, Gunungapi Bur Ni Telong pernah meningkat kegiatannya atau meletus pada :

  1. Pada bulan September Tahun 1837 terjadi beberapa letusan dan gempa bumi yang menyebabkan banyak kerusakan.
  2. Pada bulan Januari Tahun 1839 terjadi lagi letusan dengan abu letusan mencapai Pulau Weh.
  3. Pada bulan April tahun 1856 terjadi lagi letusan, material yang dimuntahkannya berupa abu dan batu.
  4. Pada bulan Desember tahun 1919 terjadi letusan dari kawah pusat.
  5. Pada bulan Desember Tahun 1924, nampak 5 buah tiang asap tanpa diikuti satu letusan.

Pada kegiatan pemantauan ini, tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh berkoordinasi dengan petugas Pos Pengamatan Gunungapi Burni Telong. Kemudian keesokan harinya tim Dinas ESDM Aceh bersama dengan Petugas Pos PGA Burni Telong melakukan pendakian menuju Puncak Gunungapi Burni Telong. Pada saat tim tiba di lokasi Pos Pengamatan Gunungapi Burni Telong, pengamatan secara visual menunjukkan bahwa keadaan cuaca cerah dengan suhu udara 29°C, angin bertiup tenang dan Gunungapi Burni Telong tampak jelas. Pengamatan kegempaan yang dipantau dengan seismograf sistem telemetri selama bulan Agustus 2019 (sampai dengan tanggal 8 Agustus) seperti yang di arsipkan petugas Pos Pengamatan Gunungapi Burni Telong terjadi sebanyak adalah sebanyak 24 kejadian. Rincian kegempaan Gunungapi Burni Telong adalah terdiri dari gempa vulkanik dalam (VA) sebanyak 1 kali, gempa tektonik lokal sebanyak 5 kali, gempa tektonik jauh sebanyak 18 kali. Berdasarkan pengamatan visual gunungapi Burni Telong tidak menunjukkan adanya perubahan. Secara kegempaan juga masih stabil dan status Gunungapi Burni Telong saat ini adalah aktif Normal.

Tim melakukan pendakian ke puncak Gunungapi Burni Telong melalui lereng Baratdaya via Lampahan, dibutuhkan waktu sekitar 4 - 5 jam untuk mencapai puncak Gunungapi Bur Ni Telong. Tim juga mengoperasikan drone unttuk melihat kawah lebih dekat. Kawah gunungapi Burni Telong berada di Puncak, dengan bentuk seperti mangkuk. Dari observasi di lapangan diketahui bahwa kegiatan Gunungapi Burni Telong pada waktu lampau bersifat esplosif yang dicirikan oleh endapan awan panas (aliran piroklastik) yang sebarannya cukup luas dan tebal dengan komposisi asam. Morfologi daerah puncak yang tidak teratur dan nampak bergerigi juga menandakan bahwa letusannya bersifat merusak (eksplosif).

Potensi bahaya yang dikeluarkan oleh suatu gunungapi saat meletus secara umum yang terdiri atas aliran lava, aliran piroklastik (awan panas), lontaran batu (pijar), jatuhan piroklastik (hujan abu & pasir), gas vulkanik (gas racun), dan endapan sekunder berupa lahar dan atau longsoran puing vulkanik (“volcanic debris avalanche”) yang dapat mengancam jiwa dan harta benda bila gunungapi tersebut meletus.

Seperti kita ketahui bahwa Gunungapi Burni Telong terletak dalam wilayah administrative Kabupaten Bener Meriah, yang di sekelilingnya terdapat banyak pemukiman penduduk. Perlu dilakukan sosialisasi mitigasi letusan gunungapi untuk masyarakat yang sudah tinggal pada daerah rawan bencana gunungapi ini.

Video pendakian dan pemantauan Gunungapi Burni Telong dapat dilihat pada link: https://www.youtube.com/watch?v=5ym2cwmNthI

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32