Waspada Potensi Gerakan Tanah di Aceh

Kategori : Pemerintah Aceh Rabu, 13 Mei 2020

Sebagian besar rupa bumi Provinsi Aceh dibentuk oleh wilayah pegunungan dan perbukitan berlereng curam sampai terjal. Kondisi geologi tersebut menyebabkan Wilayah Aceh rentan terjadinya gerakan tanah/ tanah longsor. Curah hujan yang tinggi menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya gerakan tanah.


Badan Geologi Kementerian ESDM setiap akhir bulan untuk bulan berikutnya selalu menerbitkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah yang disesuaikan dengan prakiraan curah hujan dari BMKG. Peta ini akan diperbaharui setiap bulan dan secara langsung dapat diakses melalui situs www.vsi.esdm.go.id .
Peta prakiraan gerakan tanah tersebut dibuat sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah dan membangun kesiapsiagaan baik Pemerintah Kabupaten/Kota maupun masyarakat di Aceh dalam menghadapi ancaman gerakan tanah.

Berdasarkan peta prakiraan wilayah terjadinya gerakan tanah di Provinsi Aceh pada bulan Mei 2020, lebih kurang 50 % Wilayah Aceh berada dalam potensi tinggi terjadinya gerakan tanah, potensi menengah sebanyak 20% dan sisanya sebanyak 30 % merupakan potensi rendah. Pada zona tinggi dan zona menengah dapat terjadi gerakan tanah, jika curah hujan yang terjadi di atas normal.


Daerah-daerah yang perlu diwaspadai dengan potensi gerakan tanah sedang - tinggi diantaranya di sepanjang ruas jalan dengan kondisi tebing yang curam dan tersusun dari batuan lepas, pemukiman penduduk yang berada dikaki tebing.
Ruas jalan yang rawan terjadinya gerakan tanah di Aceh berda di :
1. Sepanjang jalan Aceh Besar - Aceh Jaya
2. Nagan Raya – Abdya – Aceh Selatan
3. Sepanjang jalan Keumala – Geumpang – Tutut
4. Sepanjang jalan Bireuen – Takengon – Blangkejeren – Kutacane
5. Sepanjang jalan Peureulak – Lokop – Blangkejeren
6. Sepanjang jalan Jeuram – Beutong Ateuh – Takengon
7. Sepanjang jalan Babahrot – Blangkejeren

Disamping gerakan tanah, pada saat curah hujan tinggi juga rentan terjadinya banjir bandang terutama pada daerah dataran tinggi dengan kondisi tebing yang curam dan tutupan lahan (vegetasi) yang sudah rusak/tandus.
Dalam beberapa hari terakhir intensitas curah hujan di beberapa wilayah di Aceh cukup tinggi bahkan di kota Banda Aceh mengalami banjir genangan, untuk itu dihimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada pada saat melintas di sepanjang jalan yang rawan gerakan tanah terutama pada lokasi jalan dengan tebing yang curam. Masyarakat harus berhati-hati pada saat hujan karena gerakan tanah/ tanah longsor umumnya dipicu oleh curah hujan yang tinggi.

Berita ini juga sudah dimuat di serambinews.com pada link https://aceh.tribunnews.com/amp/2020/05/10/pasca-hujan-lebat-148-kecamatan-di-aceh-alami-pergerakan-tanah-longsor-jadi-ancaman

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32